by

In Memoriam Ismetri Rajab: Wartawan Kriminal Handal Sumsel Itu telah Tiada

PALEMBANG, NAGARA.ID – Sumatera Selatan kehilangan salah seorang wartawan senior khususnya di bidang kriminal dan kepolisian dengan meninggalnya Ismetri Rajab (54) bersamaan dengan Hari Supersemar, Rabu (11/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kendati dilahirkan di Desa Galogandang Batusangkar, Padang Sumatera Barat, pria tambun yang selalu tersenyum ini hampir menghabiskan masa muda sampai ajal menjemput di Sumatera Selatan diawali sebagai wartawan Sriwijaya Post (Sripo) periode 1987-1995. 

Selain dekat dengan sejumlah pejabat kepolisian Sumsel kala itu, Ismet juga sempat berurusan dengan pihak Kodam II Sriwijaya.  Dia akhirnya “jatuh cinta” mendalami kriminal dan kepolisian.  Tak heran, dia dekat dengan pejabat kepolisian khususnya di Poltabes Palembang sehingga hampir tak ada jarak.  Sebagaimana pengakuannya, dia pernah bermain domino bersama dengan Budi Gunawan yang kini sudah menjadi jenderal.  Dia juga dekat dengan Sutarman, Soenarko, Zahruddin ZP, Teuku Ashikin, Afrizal Asya’ri dan masih banyak lain yang kemudian kelak menjadi jenderal, Kapolda, Gubernur dan bahkan Kapolri.

Selain sebagai penulis, Ismetri juga memiliki kemampuan melukis karikatur untuk mengisi satu rubrik kritik sosial di Sripo, media yang pernah besar dan menjadi media utama di Sumbagsel.

Kepergian Ismetri, menjadi kehilangan banyak pihak , utamanya bagi mereka yang pernah mengenal dengan dekat pria bernampilan tambun ini.  Selepas dari Sripo, dia juga pernah dipercaya menerbitkan sejumlah media internal kepolisian berkat kepiawaiannya tadi.

Alamarhum terakhir kali menjadi salah satu Panitia Reuni Akbar Wartawan Hebat Sriwijaya 789 yang merupakan acara besar dan pertama kalimya diadakan di Griya Agung Palembang, 19 November 2019.

Acara yang dihadiri lebih dari 300 wartawan yang pernah berkarya di Sumatera Selatan tersebut mendapatkan perhatian yang luas di kalangan media dan juga Pemda Provinsi Sumsel.  Dalam acara ini diserahkan cindera mata untuk Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya berupa karikatur dan lukisan yang merupakan buah karya Sirodjuddin dan Ismetri.  Keduanya adalah kartunis yang masih aktif berkarya hingga saat  ini.

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan pengakuan melalui pemberian sertifikat “wartawan hebat”  bagi mereka yang pernah berkarya di Sumsel dalam periode tahun 1970, 1980, dan 1990.

Sejumlah kerabat dekat almarhum menuangkan kenangan berupa tulisan di WAG (WA Group) dan medsos di antaranya Dhenny Kurnia (PWI Kepri), Taufik Alwie (Eks wartawan Kompas, Gatra dan Tempo), Firdaus Masrun (Indosiar), Sigit Setiono (Warta Kota), Pelita Nur Amini (Menembak), Edison (Nagara), Edu Kusdian (Mediadata Press),  Arie Batubara (Konsultan TVRI), Zainal Piliang (News Hunter), Iklim Cahya (Agung Pos) dan sejumlah rekan almarhum yang tersebar luas di berbagai daerah.

Kenangan kepada Alamarhum

Selamat jalan sahabatku… kami berdua dulu bertanggung jawab terhadap berita kriminal.  Saya menjaga gawang di kamar mayat sementara Ismetri di Kepolisiian.  Apabila ada jenazah korban masuk ke kamar jenazah saya kontak Ismetri. Dia yang melengkapi dan konfirmasi ke pihak kepolisian sehingga berita kami lengkap.  Selamat jalan sahabatku  (Zainal Piliang).

Ismetri merupakan salah satu sahabat terbaikku di Sripo, meski tidak sempat bergaul lama.  Wongnyo supel, gampang dekat dengan siapo bae, dan banyak kelakar sehingga suasana selalu cair penuh ketawo. Dio kadang cukup rendah hati, meski lebih sering tinggi hati, dan agak sok, terutama terhadap wong2 tertentu. Tapi tetap saja yg menonjol adalah pribadinya yang menyenangkan, suka menolong kawan (Taufik Alwie)

Sesungguhnya, begitu banyak kenangan dan pengalaman ketika masih sama-sama maupun setelah keluar dari Sripo. Aku benar-benar terpaku beberapa menit, tak bisa bicara, mendengar kepergiannya yang mendadak. Terbayang kembali dalam ingatan betapa banyak kenangan indah maupun yang tak indah yang sudah dijalani bersama-sama.(Dheni Kurnia).

Terlampau cepat kau pergi kawan. Belum kenyang rasanya dengar kelakarmu. Belum puas hati ini untuk berbagi. Karena setiap hari bagimu adalah canda, menyikapi kefanaan. Kini keabadian telah kau songsong. Semua canda dan ketawadhuanmu, adalah abadi dalam kenanganku. Insya Alloh kau husnul khotimah,  karena tak ada kawan yang tak kau sayangi. Bagimu semua kawan adalah saudara. Dan kini semua menangisi kepergianmu. Tempatmu disisi terbaik Allah SWT. Amin YRA.(Dudi Kusdian)

Dunia hanyalah tempat meninggalkan kenangan dan kebaikan, meninggalkan karya dan catatan. Hari ini, 11 Maret 2020 aku kehilangan sahabatku eks wartawan Sriwijaya Post Palembang. Ismetri Radjab, wartawan kepolisian yang handal telah menghadap Sang Khalik. Betapa cepat kau pergi sahabat. (Edison)

Kita berdua, nyaris tak memiliki hubungan personal, kecuali sebatas saling mengenal karena pernah bersama menjadi wartawan di Sriwijaya Post, Palembang, dulu di tahun 90an.

Tapi, pertemuan terakhir dalam acara reuni di Palembang, sangat berkesan secara emosional. Engkau menampilkan sosok yang ramah, ceria, penuh persahabatan, tanpa memberi batas. Kabar kepergianmu yang mengejutkan.  Aku tenggelam dalam rasa sedih, untuk beberapa saat (Firdaus Masrun).

Saya tercenung sejenak, ingatan tertuju saat kami masih aktif bekerja sebagai jurnalis di Harian Sriwijaya Pos, saya pun teringat dengan almarhum Adjong yang juga sahabat almarhum Ismetri Rajab. Kami bertiga pernah terlibat meliput berita tentang kasus yang melibatkan Kodam II Sriwijaya. Kasus ini bermula dari kasus yang ditangani oleh LBH Palembang.  Dan, kami bertiga pun sempat mewawancarai Direktur LBH Palembang, berkaitan dengan kasus kriminal yang ditahan oleh Kodam II Sriwijaya.(Tarech Rasyid)

Mendapat kabar duka ini, badan saya langsung merinding, tak menduga, karena beberapa hari ini dia terlihat sehat dari laman facebooknya.  Dia terlihat membezuk sahabat kami Abah Yuris alias Yuristian Palimbani yang beberapa waktu lalu dirawat di RSMH Palembang.  Selamat jalan sobat. Semoga husnul khotimah.  Aamiin YRA (Iklim Cahya).

Reuni Wartawan Sumsel di Palembang November 2019 lalu ternyata merupakan pertemuan terakhir kami.  Selamat jalan Uda. Terima kasih atas ilmunya selama di Sriwijaya Post.  Semoga almarhum husnul khatimah. Dan Keluarga yg ditinggal diberi ketabahan dan kesabaran (Fitri Ulinda)

Terus terang, Ismet dan Adjong (keduanya telah almarhum, Red) dulu itu adalah di antara anak buah kesayangan bagiku, justru karena sok tahunya itu.(Arie Batubara)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =