by

BNN Amankan Truk Bermuatan Ganja di Lampung Tengah

JAKARTA, NAGARA.ID – Sebuah mobil truk jenis box berwarna kuning dan bermuatan narkotika jenis Ganja diamankan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di depan sebuah bengkel mobil saat melintas di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Selasa (25/02/20).

Kepala BNN RI, Heru Winarko mengatakan, dari hasil penggeledahan pihaknya berhasil menemukan barang bukti Ganja sekitar 574 paket yang dibungkus menggunakan lakban warna coklat dengan berat masing-masing bungkus sekitar 1.07 kilo gram yang disimpan di pojok ruangan box truk.

“Dari hasil penghitungan petugas, total Ganja yang berhasil disita sekitar 617, 18 kilogram dan BNN RI berhasil mengamankan tiga orang pelaku semuanya laki-laki dengan inisial H, ER dan RH,” kata Heru di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Mantan Kapolda Lampung yang juga pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK ini menjelaskan, pengungkapan kasus sindikat narkotika ini merupakan hasil kerja keras dari pengintaian selama tiga hari terhadap target yang merupakan jaringan narkotika lintas provinsi.

Lebih jauh, alumnus AKABRI (Akpol) tahun 1985 ini mengungkapkan, dari hasil interograsi dan penyelidikan  pihaknya terhadap kedua pelaku ER (38) dan RH (33) didapatkan informasi bahwa barang haram tersebut merupakan pesanan dari seorang pelaku inisial H (45) yang berada di Tangerang.

Kemudian, kata mantan staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menko Polhukam RI ini, tim BNN RI yang dipimpin langsung Deputi Pemberantasan, Arman Depari bergerak cepat menuju sasaran dan berhasil menangkap H (45) yang merupakan warga binaan disalah satu Lapas Tangerang.

Dari tangan H (45), lanjut HW, pihaknya berhasil mengamankan sebuah telepon seluler yang digunakan pelaku untuk berkomunikasi dengan RH dan ER serta memerintahkan untuk mengirim Ganja dari wilayah Aceh ke Jakarta melalui jalur darat.

“Saat ini ketiga pelaku dan barang bukti diamankan di BNN RI untuk dilakukan upaya penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 111 ayat 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + eight =